tanggal 9 agustus hari lahir gue kira hari spesial gue. oh ternyata ngga hahaha..
parah yg gue kira itu spesial banget bagi gw.. sadis temen" gw begitu cukup tau tetang kalian semuanya laaaah..
kuliah tinggal bentar lagi ga ketemu kalian" lagi ga rugi lagi bagi gue dicontekin kalian. ga sekelompok sama kalian lagi..
kalian tau sakitnya disini --> nunjuk hati
kalian semua sadis jahat
semoga ga ketmu kalian" Amiiiiiin..
sakit T_T
Selasa, 12 Agustus 2014
Rabu, 18 Desember 2013
Komputer Dan Keamanan Sistem Informasi Akuntansi
·
Keamanan Komputer
Ø
Sistem Keamanan Komputer merupakan
subsitem organisasi yang mengendalaikan resiko-resiko khusus yang berkaitan
dengan informasi berdasar computer. Elemen sistem keamanan computer seperi
hardware, database, prosedur dan laporan.
Ø
Siklus hidup sistem keamanan computer
Sistem keamanan computer merupakan sistem informasi pengembangannya memerlukan aplikasi pendekatan siklus hidup yang meliputi analisis sistem, perancangan, implementasi, pengoprasian, evaluasi pengendalian.
Sistem keamanan computer merupakan sistem informasi pengembangannya memerlukan aplikasi pendekatan siklus hidup yang meliputi analisis sistem, perancangan, implementasi, pengoprasian, evaluasi pengendalian.
Ø
Analis sistem : analis sistem kerentanan
sistem informasi dalam konteks hambatan yang releven dan kemungkinan yang timbul.
Ø
Perancangan sistem : untuk mengendlikan
kemungkinan kerugian.
Ø
Implementasi sistem : pengukuran
keamanan untuk mencegah kerugian, dan rencana untuk mengatasi kerugian.
Ø
Pengoprasian, Evaluasi dan Pengendalian
: Operasi sistem dan menilai efektifitas dan evesiensinya.
·
Sistem Keamanan dalam Organisasi
Jika sistem keamanan computer ingin efektif, harus dikendalikan oleh Chief Security Officer (CSO) yang bertanggung jawab kepada dewan komisaris. Tugas utama CSO adalah menyajikan laporan kepada dewan komisaris. Laporan ini mencakup setiap tahap dalam siklus hidup.
Tahap siklus hidup Laporan Dewan Kepada Komisaris
Analisis Sistem Ikhtisar seluruh kemungkinan kerugian yang relevan.
Perancangan sistem Rencana rinci untuk pengendalian dan pengorganisasian kerugian-kerugian, termasuk anggaran sistem keamanan computer yang lengkap.
Implementasi operasi, evaluasi, dan pengendalian sistem Kekhususan pada kinerja sistem keamanan computer, termasuk pengelompokan kerugian dan pelanggaran keramanan, analisis ketaatan, dan biaya operasi sistem keamanan.
Jika sistem keamanan computer ingin efektif, harus dikendalikan oleh Chief Security Officer (CSO) yang bertanggung jawab kepada dewan komisaris. Tugas utama CSO adalah menyajikan laporan kepada dewan komisaris. Laporan ini mencakup setiap tahap dalam siklus hidup.
Tahap siklus hidup Laporan Dewan Kepada Komisaris
Analisis Sistem Ikhtisar seluruh kemungkinan kerugian yang relevan.
Perancangan sistem Rencana rinci untuk pengendalian dan pengorganisasian kerugian-kerugian, termasuk anggaran sistem keamanan computer yang lengkap.
Implementasi operasi, evaluasi, dan pengendalian sistem Kekhususan pada kinerja sistem keamanan computer, termasuk pengelompokan kerugian dan pelanggaran keramanan, analisis ketaatan, dan biaya operasi sistem keamanan.
Ø
Analisis keretanan dan hambatan-hambatan
Terdapat dua pendekatan
Terdapat dua pendekatan
1.
Pendekatan kuantitatif penilaian resiko,
dimana setiap kemungkinan kerugian dihitung sesuai biaya individu dikalikan dengan
kemungkinan munculnya.
2.
Pendekatan kualitas, yang secara
sederhana mengurutkan kerentanan dan hambatan sistem, dan secara subyektif
membuat ranking berdasarkan kontribusi terhadap kemungkinan total kerugian
perusahaan.
·
Kerentanan dan hambatan-hambatan
·
Kerentanan adalah kelemahan dalam
sistem.
·
Hambatan adalah eksploitsi potensial dan
kerentanan.
Meliputi :
Meliputi :
- Hambatan aktif : penggelapan terhadap computer dan sabotase terhadap
computer.
- Hambatan positif : Kesalahan-kesalahan sistem, termasuk gangguan alam. Kesehatan sistem mewakili kegagalan peralatan komponen, seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga dsb.
- Hambatan positif : Kesalahan-kesalahan sistem, termasuk gangguan alam. Kesehatan sistem mewakili kegagalan peralatan komponen, seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga dsb.
Selasa, 17 Desember 2013
Curhatan gua
gua ga bakal tau endingnya nyokap gua kawin lagi apa ga. yang jelas nyokap gua ganjen. gua benci nyokap gua. buat papah yang disana semoga tenang disana jangan pikirin mamah pah, mamah jahat pah.
Pertama
masuk ke dalam aplikasi adeobe flash cs4 yang sudah di instal ke dalam computer
anda. Lalu pilih jenis dokumen flash yang akan digunakan. Pilih flash file
ActionScript 3.0. kemudian akan tampil area kerja flash file action 3.0. disini
kita akan membuat text.
Disini kita akan membuat game
mini tentang tebak angka. Kita buat terlebih dahulu 4 layer. Layer judul,
output, input, tombol. Pada judul karna yang muncul nanti ada judul kita buat
text tool dengan isi GAME MINI. Pada output karna buat hasil output yang akan
tampil nanti, kita menggunakan text tool yang isinya nanti akan memberitahukan
apabula angka tidak tepat. Lalu kita lihat pada bagian properties kita beri
nama display dengan bawahnya pilih display teks. Pada bagian input juga
menggunakan text tool yang nantinya untuk memasukan inputan angka. Lihat juga
pada bagian properties beri nama Input teks dengan dibawahnya kita pilih input
teks. Pada tombol juga menggunakan text tool dengan isi cek yang fungsinya
untuk mengecek apakah hasil inputan benar atau kurang atau lebih. Kita klik
kanan pilih convert to symbol nanti akan muncul kotak, disitu kita beri nama
cekBtn dibawahnya pilih Button lalu ok. Pada bagian properties kasih name
cekBtn dengan dibawahnya pilih Button.
Pada layer judul klik timeline
pada bagian 1 yang bulet hitam. Disitu untuk membuat kodingan yang nantinya
akan dijalankan.
Pertama masuk ke dalam aplikasi adeobe flash cs4 yang
sudah di instal ke dalam computer anda. Lalu pilih jenis dokumen flash yang
akan digunakan. Pilih flash file ActionScript 3.0. kemudian akan tampil area
kerja flash file action 3.0. disini kita akan membuat text.
Disini kita akan membuat tulisan berjalan dengan yang
hasilnya berjalan hilang muncul. Pertama klik kanan pada layer 1. Lalu pilih
mask. Setelah itu klik kanan lagi, kita pilih insert layer yang gunanya untuk
menampilkan layer baru. Tarik layer 2 hingga berada dibawah layer 1. Pada layer
1 kita buat bentuk dengan menggunakan Rectangle
tool dengan memilih salah satu yang kita inginkan. Disini kita menggunakan yang berbentuk oval.
Kemudian pindah ke layer 2 untuk memberi tulisan dengan menggunakan Text tool. Pada layer 1 dibagian
timeline 1 kita klik kanan lalu pilih create classic tween. Kemudian pada time
line 40 kita klik kanan pilih insert keyFrame, pada saat timeline 40 geser
lingkaran ke arah kanan. Sedangkan pada layer 2 padatime line 40 kita klik
kanan pilih insert frame.Rabu, 06 November 2013
1.
Sebutkan dan jelaskan teknik-teknik sistem
Auditing?
Jawab:
·
Evaluasi struktur pengendalian Intern
Dalam mengevaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan
arus pemrosesan dan distribusi dokumen-dokumen dalam sistem aplikasi. Beberapa teknik
sistem misalnya bagan arus analitis, bagan arus dokume, dan bagan distribusi
formulir dapat digunakan oleh auditor untuk menganalisis distribusi dokumen
dalam sistem.
·
Pengujian ketaatan
Melakukan pengujian ketaatan untuk memastikan eksistensi, nilai
efektivitas dan menguji kesinambungan operasi pengendalian intern yang
diandalkan oleh organisasi. Teknik yang biasa digunakan adalah IPO-HIPO,
flowchart program, DFD, pencabangan dan tabel keputusan.
·
Kertas kerja
Kerja keras adalah catatan yang dipegang auditor mengenai prosedur dan
pengujian yang diterapkan, informasi yang didapatkan, dan kesimpulan yang
ditarik selama melakukan penugasan audit. Diagram aliran data, bagian HIPO,
bagan arus program, table pencabangan dan keputusan, dan metode matrik dapat
muncul dalam kertas kerja.
2.
Sebutkan dan jelaskan teknik-teknik pengembangan
sistem informasi akuntansi?
Jawab:
·
Analisis sistem à
analisis sistem melibatkan pengumpulan dan pengorganisasian fakta. Teknik sistem
yang berguna untuk analisis informasi adalah diagram alur data logika dan
flowchart analitis.
·
Desain sistem à
melibatkan penyusunan cetak biru sistem secara lengkap dan utuh. Teknik sistem
seperti diagram input proses output, diagram HIPO, flowchart program, tabel
keputusan dan lain sebagainya digunakan secara ekstensif untuk mendokumentasikan
perancangan sistem.
·
Implementasi sistem à mencakup aktivitas aktual
mempraktekkan desain sistem yang telah dibuat.
3.
Buatlah flowchart yang menggambarkan sebuah alur
sistem penggajian pada sebuah perusahaan?
Jawab:
Sabtu, 26 Oktober 2013
1.
Apa yang dimaksud dengan sistem informasi
Akuntansi dan organisasi bisnis? Jelaskan dengan teori-teori yang ada!
Jawab:
Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk
mencatat dan melaporkan informasi keuangan yang disediakan bagi perusahaan atau
suatu organisasi bisnis. Sistem
akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Kompleksitas
sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk
suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan
informasi oleh manajer, bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan. Sistem
akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, alat-alat pencatatan, laporan
dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta
melaporkan hasilnya.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_akuntansi
2.
Jelaskanlah bagaimana siklus? Pemrosesan
transaksi!
Jawab:
SIKLUS-SIKLUS
PEMROSESAN TRANSAKSI
·
SIKLUS
PENDAPATAN
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktifitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa kepada pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.
·
SIKLUS
PENGELUARAN
Siklus pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Tujuan siklus ini adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persedian,perlengkapan, dan berbagai layananyang dibutuhkan sebuah organisasi.
Siklus pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa. Tujuan siklus ini adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persedian,perlengkapan, dan berbagai layananyang dibutuhkan sebuah organisasi.
·
SIKLUS
PRODUKSI
Siklus produksi adalah rangkaian aktifitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang yang terus terjadi dan berkaitan dengan pembuatan produk.
Siklus produksi adalah rangkaian aktifitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang yang terus terjadi dan berkaitan dengan pembuatan produk.
·
SIKLUS
KEUANGAN
Siklus keuangan merupakan sistematika pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya, dan pelaporan keuangan.
Siklus keuangan merupakan sistematika pencatatan transaksi keuangan, peringkasannya, dan pelaporan keuangan.
3.
Apakah kaitan antara Akuntansi dan Teknologi
Informasi?
Jawab:
Alasan
utama penggunaan TI dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu dan
biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output
laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu ditambah dengan
perlindungan atas aset perusahaan. Kemajuan TI juga mempengaruhi perkembangan sistem
informasi akuntansi (SIA) dalam hal pemrosesan data dan pengendalian intern.
Perkembangan SIA berbasis komputer dalam menghasilkan laporan keuangan juga mempengaruhi
proses audit.karena audit merupakan suatu bidang praktik yang menggunakan laporan
keuangan (produk akuntansi) sebagai objeknya.
4.
Apa yang dimaksud dengan Akuntansi dan
pengembangan sistem! (jelaskan keterkaitan antara keduannya)
Jawab:
Akuntasi adalah pengukuran,
penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu
manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya
keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur,
berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas,
akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi
bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik.
Sedangkan
pengembangan sistem adalah Pengembangan system (system development) dapat
berarti menyusun suatu system yang baru untuk menggantikan system yang lama
secara keseluruhan atau memperbaiki system yang telah ada.
Hubungan
antara keduaanya:
Peran teknologi informasi dalam membantu
proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi telah lama berlangsung.
Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu
dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output
laporan keuangan dengan benar. Alasan lainnya yaitu ditambah dengan
perlindungan atas aset perusahaan.
Jika kita gunakan ilustrasi piramida
organisasi, tugas akuntansi akan berada pada level paling bawah yaitu level
operasional dan transaksional. Level ini punya ciri khas yaitu teknis,
repetitive, prosedural, standar dan juga dapat membuat bosan. Contohnya, akuntansi
yang menangani transaksi pembelian, penjualan, pengiriman barang, pembayaran
transaksi, penerimaan hasil penjualan, penyusunan laporan. Ciri khas ini yang
menjadi alasan utama mengapa teknologi informasi sangat berkaitan erat dengan
akuntansi. Bahkan, kisah hubungan ini telah terjadi jauh-jauh hari pada saat
komputer masih berbadan besar dan boros tenaga (mainframe).
Selasa, 25 Juni 2013
Politik dan kemiskinan di Indonesia
Bab I Pendahuluan
1. Politik Indonesia
Indonesia
adalah sebuah negara hukum yang berbentuk kesatuan dengan pemerintahan
berbentuk republik
dan sistem pemerintahan presidensial dengan sifat parlementer. Indonesia tidak menganut sistem
pemisahan kekuasaan melainkan pembagian kekuasaan. Walaupun ± 90% penduduknya
beragama islam,
Indonesia bukanlah sebuah negara islam.
Cabang
eksekutif dipimpin oleh seorang Presiden yang merupakan kepala negara sekaligus
kepala pemerintahan yang dibantu oleh seorang Wakil Presiden yang kedudukannya
sebagai pembantu presiden di atas para menteri yang juga pembantu presiden.
Kekuasaan legislatif dibagi di antara dua kamar di dalam Majelis Permusyawaratan Rakyat/MPR
yaitu, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR dan Dewan Perwakilan Daerah/DPD. Cabang
yudikatif terdiri dari Mahkamah Agung/MA yang dan sebuah Mahkamah Konstitusi/MK yang secara bersama-sama
memegang kekuasaan kehakiman. Kekuasaan Inspektif dikendalikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan yang memiliki
perwakilan disetiap Provinsi dan Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Republik
Indonesia.
Indonesia
terdiri dari 33 provinsi yang memiliki otonomi, 5 di antaranya memiliki status
otonomi yang berbeda, terdiri dari 3 Daerah Otonomi Khusus
yaitu Aceh,
Papua,
dan Papua Barat;
1 Daerah Istimewa
yaitu Yogyakarta;
dan 1 Daerah Khusus Ibukota yaitu Jakarta.
Setiap propinsi dibagi-bagi lagi menjadi kota/kabupaten
dan setiap kota/kabupaten dibagi-bagi lagi menjadi kecamatan/distrik
kemudian dibagi lagi menjadi keluarahan/desa/nagari hingga
terakhir adalah rukun tetangga.
Pemilihan
Umum diselenggarakan setiap 5 tahun untuk memilih anggota DPR,
anggota DPD, dan anggota DPRD yang disebut pemilihan umum legislatif (Pileg)
dan untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden atau yang disebut pemilihan umum
presiden (Pilpres). Pemilihan Umum di Indonesia menganut sistem multipartai.
Ada perbedaan
yang besar antara sistem politik Indonesia dan negara demokratis lainnya
didunia. Diantaranya adalah adanya Majelis Permusyawaratan Rakyat yang
merupakan ciri khas dari kearifan lokal Indonesia, Mahkamah Konstitusi yang
juga berwenang mengadili sengketa hasil pemilihan umum, bentuk negara kesatuan
yang menerapkan prinsip-prinsip federalisme seperti adanya Dewan Perwakilan
Daerah, dan sistem multipartai berbatas dimana setiap partai yang mengikuti
pemilihan umum harus memenuhi ambang batas 2.5% untuk dapat menempatkan
anggotanya di Dewan Perwakilan Rakyat maupun di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD
Kabupaten/Kota.
Reformasi
Reformasi dalam kancah politik
Indonesia yang dimulai sejak 1998[rujukan?] telah
menghasilkan banyak perubahan penting dalam bidang politik di Indonesia.
Di antaranya adalah MPR yang saat
ini telah dikurangi tugas dan
kewenangannya, pengurangan masa jabatan presiden dan wakil presiden menjadi 2 kali masa bakti
dengan masing-masing masa bakti selama 5 tahun, dibentuknya Mahkamah Konstitusi, dan pembentukan DPD sebagai penyeimbang DPR.
Pemerintahan
Daerah
Indonesia dibagi-bagi atas
daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan/atau
kota yang diatur dengan undang-undang tersendiri mengenai pembentukan daerah
tersebut. Setiap kabupaten dan kota tersebut juga dibagi kedalam satuan-satuan
pemerintahan yang disebut kecamatan/distrik. Setiap kecamatan/distrik tersebut
dibagi kedalam satuan-satuan yang lebih kecil yaitu kelurahan, desa, nagari,
kampung, gampong, pekon, dan sub-distrik serta satuan-satuan setingkat yang
diakui keberadaannya oleh UUD NRI 1945.
Pemerintahan daerah pada tingkat
propinsi, kabupaten, dan kota terdiri atas Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD
yang merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang keduanya merupakan unsur
penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah daerah memiliki kekuasaan untuk
mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya menurut asas otonomi dan
tugas pembantuan, pemerintah daerah juga berhak menetapkan peraturan daerah dan
peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan. Pemerintah
daerah berhak menjalankan otonomi seluas-luasnya kecuali mengenai urusan
politik luar negeri, pertahanan, keamanan, yustisi, fiskal-moneter, dan agama.
2.
Kemiskinan
Sampai dengan tahun 2011,
tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan menjadi 12,49 persen
dari 13,33 persen pada tahun 2010. Gambar 2.1.
Keberhasilan dalam
menurunkan tingkat kemiskinan di samping diperoleh melalui peningkatan
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan melalui 3 (tiga) klaster program
penanggulangan kemiskinan.

Gambar 1.1.
Hasil yang diperoleh pada
tahun 2011 dari Klaster I yang ditujukan untuk mengurangi beban pemenuhan
kebutuhan dasar dan untuk memenuhi kebutuhan dasar anggota rumah tangga miskin
melalui peningkatan akses pada pelayanan dasar adalah: (1) realisasi penyaluran
subsidi Raskin sebesar 2,9 juta ton bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran
penerima raskin, dan adanya penyaluran Raskin ke-13 untuk mengurangi beban
pengeluaran rumah tangga miskin akibat kenaikan harga-harga pangan, termasuk
beras; (2) pemberian pelayanan Jamkesmas bagi 76,4 juta orang; serta (3)
penyediaan beasiswa yang direncanakan untuk 4,7 juta siswa.
Sementara itu, pelaksanaan Program
Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2011 telah dilaksanakan bagi 772.000 rumah
tangga sangat miskin (RTSM) di 88 kabupaten/kota pada 20 provinsi dengan
kualitas yang semakin meningkat dimana telah terjalin koordinasi antara
beberapa program berbasis keluarga atau rumah tangga, seperti Jamkemas dan
beasiswa miskin. Pelaksanaan PKH juga telah memberikan dampak terhadap
peningkatan siswa yang terdaftar pada satuan pendidikan setingkat SMP sebesar
3,1 persen dan juga peningkatan kesehatan RTSM.
Sejalan dengan pelaksanaan program
Klaster I, hasil yang dicapai dalam pelaksanan program Klaster II untuk tujuan
Pemberdayaan Masyarakat diantaranya adalah sebagai berikut. Pada tahun 2011
pelayanan PNPM Mandiri Inti sudah dilaksanakan di 6.328 Kecamatan di seluruh
Indonesia, dan akan terus dilanjutkan sehingga pada tahun 2012 PNPM Mandiri
Inti akan mencakup di 6.623 Kecamatan, dengan penempatan 30.000 fasilitator
sebagai pendamping masyarakat dan didukung dengan penyaluran bantuan langsung
masyarakat sebesar Rp 10,31 triliun yang berasal dari APBN dan APBD.
Pelaksanaan PNPM Mandiri, juga didukung oleh pelaksanaan PNPM pendukung yaitu
diantaranya: (i) PNPM Generasi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas
generasi penerus; (ii) PNPM Kelautan dan Perikanan (PNPM-KP) yang ditujukan
untuk memberikan fasilitas bantuan sosial dan akses usaha modal; (iii) PNPM
Agribisnis, yaitu Program Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP); serta (iv) PNPM
Pariwisata yang baru masuk dalam PNPM Penguatan dengan tujuan mengembangkan
kapasitas masyarakat dan memperluas kesempatan berusaha dalam kegiatan
kepariwisataan. Pelaksanaan PNPM telah meningkatkan kesejahteraan rakyat
melalui peningkatan pendapatan rumah tangga hingga 19 persen dan konsumsi rumah
tangga hingga 5 persen dibandingkan dengan daerah yang tidak mendapat PNPM.
Selain itu, akses terhadap kesehatan juga lebih besar 5 persen dan peningkatan
kesempatan kerja yang lebih besar 1,25 persen di lokasi PNPM dibandingkan
lokasi non PNPM.
Hasil yang dicapai dalam pelaksanan
Klaster III adalah terlaksananya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk
UMKM dan koperasi. Sejak tahun 2007 sampai dengan akhir tahun 2011 kredit yang
tersalurkan hampir Rp 34,42 triliun, dan mencakup sekitar 3,81 juta nasabah
dengan tingkat non-performing loan (NPL) mencapai 2,52 persen. Sebagian besar
KUR diserap oleh sektor perdagangan, restoran, dan hotel (63,7 persen) dan
pertanian (17,1 persen). Penyaluran KUR sebagian besar berada di wilayah Jawa
dengan volume KUR sebesar 50,2 persen dan proporsi debitur mencapai 61,0
persen. Pada periode tahun 2011, dana KUR yang disalurkan mencapai Rp 17,23
triliun dengan jumlah nasabah lebih dari 1,4 juta nasabah. Pelaksanaan KUR
telah memberikan dampak terhadap peningkatan rata-rata aset usaha sebesar Rp 51
juta, aset rumah tangga sebesar Rp 12,66 juta dan pengeluaran rumah tangga
sebesar Rp 279.000 per bulan. Selain itu, KUR juga telah mengatasi pengangguran
terselubung bagi debitur dan keluarganya, serta meningkatkan intensitas
utilisasi tenaga kerja dan kontribusi pada perekonomian nasional.
Selain kegiatan-kegiatan yang
bertujuan untuk meningkatkan akses pada pelayanan dasar seperti pangan,
pendidikan, dan kesehatan, dalam rangka meningkatkan akses penguasaan dan
pemilikan tanah/lahan bagi masyarakat miskin, dilakukan pula penataan
penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T). Pada tahun 2011,
telah dilakukan redistribusi tanah sebanyak 186.000 bidang.
Bab II Permasalahan
Dalam pidatonya di acara pembukaan
kantor lembaga riset internasional, The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab
(J-PAL) di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan
optimismenya akan pengurangan angka kemiskinan di Indonesia.
Sebagai salah satu negara emerging
economy di Asia, Indonesia menurut SBY, akan terus tumbuh, di mana penanganan
investasi dan kegiatan ekonomi akan menaikkan taraf hidup masyarakat.
"Dalam sudut pandang saya,
(kemiskinan) harus ditanggulangi secara berkesinambungan," kata Presiden
SBY di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (25/6).
Dikatakan SBY lagi, dalam lima tahun
terakhir, Indonesia terbukti sudah mampu mengurangi angka kemiskinan hingga 9
juta orang. Oleh karena itu, kegiatan ekonomi khususnya investasi terhadap
usaha kecil menengah sebagai program efektif, menurutnya harus dihidupkan.
Presiden menambahkan, sebagai orang
yang belajar ekonomi dan kemudian menjadi pembuat kebijakan, dirinya menyadari
bahwa standar penghidupan menjadi poin yang harus ditingkatkan, sebagai
indikasi penanggulangan kemiskinan. Indonesia sendiri menurutnya telah belajar
banyak model dalam upaya pengentasan kemiskinan, dan terus berupaya
menyempurnakannya agar lebih strategis.
"Kami optimistis bisa
menanggulangi kemiskinan," katanya lagi.
Bab III Penutup
Dari
pembahasan diatas terlihat jelas bahwa kebanyakan para elit politk lebih
memihak kelompok politiknya yang hanya segelintir daripada kepentiangan
masyarakat atau orang banyak.Dan mereka lah yang diharapkan masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi mereka.
Komunikasi
memanglah penting demi terjalinnya hubungan antara elit politik dan elit
masyarakat.Karena dari komunikasi tersebutlah tugas yang di emban para elit
politik bisa terlaksana dengan maksimal.Memang kecerdasan EQ sangatlah penting
demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur.Dimana mereka bisa
mengendalikan emosi ketika ada ketidakpuasan terhadap yang mereka anggap kurang
menguntungkan.
Melihat keadaan seperti itu saya berharap semoga apa yang dilakukan
para elit politik memang berdasarkan demi kepentingan rakyat. Dimana mereka
bisa mewujudkan keadaan rakyat yang sejahtera.Mereka juga tidak salah langkah
dalam menjalankan tugasnya sebagai elit politik.Bukan melaksanakan suatu
pekerjaan karena dilandaskan oleh materi.
Sedangkan dengan kemiskinan di Indonesia dampak pengangguran terhadap
perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada
dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar
stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara
relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan
ekonomi yang telah dicita-citakan.
Daftar Pustaka
Minggu, 05 Mei 2013
Ketahanan Pangan di Indonesia
Bab I Pendahuluan
Sebelum
lebih jauh kita menilik ketahan pangan di Indonesia, penting untuk kita
memahami apa sebenarnya ketahanan pangan itu. Menurut FAO, ketahanan pangan
berarti akses setiap rumah tangga atau individu untuk dapat memperoleh pangan
setiap waktu untuk keperluan hidup yang sehat. Lantas, Bagaimanakah kondisi
ketahanan pangan di Indonesia? Ironis, itu kadang jawabannya. Indonesia
terkenal sebagai negara yang kaya akan hasil alam dan hasil bumi, namun
Indonesia dinilai belum 'kuat' dalam bahan pangannya. Indonesia masih mengalami
ketergantungan pangan dari luar.
Koalisi
Rakyat untuk Ketahanan Pangan (KRKP) melaporkan bahwa pasokan pangan Indonesia
saat masih rentan karena besarnya ketergantungan impor bahan pangan dari negara
lain yang jumlahnya mencapai 70%. Pada tahun 2011 lalu total impor pangan
Indonesia mencapai Rp.125 Triliun. Di lain sisi, FAO juga menyebutkan bahwa
Indonesia berada di level serius dalam indeks kelaparan global. Hal ini
diprediksi akan terus memburuk dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di
Indonesia. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperkirakan
di 2045 jumlah penduduk Indonesia akan mencapai 450 juta jiwa.
Oleh karena
itu, urgensi ketersedian pangan untuk setiap individu rakyat Indonesia menjadi
semakin mendesak. Jika kita juga meniliki kondisi global, konsumsi pangan juga
cenderung meningkat di seluruh dunia. Proyeksi PBB menyebutkan populasi
penduduk dunia di tahun 2050 mencapai lebih dari 9 miliar jiwa dan memerlukan
tambahan pangan sebesar 70% dibandingkan sekarang. Di masa depan diprediksi
akan terjadi kelangkaan pangan yang diakibatkan oleh beberapa hal seperti
kerusakan lingkungan, konversi lahan, tingginya harga bahan bakar fosil,
pemanasan iklim dan lain-lain.
Indonesia
mau tidak mau harus mampu menghadapi kondisi ini. Indonesia harus bangkit dan
terhindar sebagai negara middle income trap. Hal ini dapat terjadi jika politik
pangan yang dilaksanakan oleh pemerintah tetap konsisten di jalurnya dan sektor
pertanian atau pangan tetap menjadi prioritas dalam pembangunan. Untuk menggali
lebih jauh tentang ketahanan pangan dan keberlanjutan pangan di Indonesia, maka
di Lingkar Inspirasi kali ini, kami akan mengundang beberapa ahli pangan untuk
mengkaji ketahanan pangan di Indonesia.
Bab II Permasalahan
Pada prakteknya, permasalahan ketahanan pangan di Indonesia masih
terus terjadi, masalah ini mencakup empat aspek aspek pertama ialah aspek
produksi dan ketersediaan pangan. Ketahanan pangan menghendaki ketersediaan
pangan yang cukup bagi seluruh penduduk dan setiap rumah tangga. Dalam arti
setiap penduduk dan rumah tangga mampu untuk mengkonsumsi pangan dalam jumlah
dan gizi yang cukup. Permasalahan aspek produksi diawali dengan ketidakcukupan
produksi bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Hal ini disebabkan
oleh laju pertumbuhan produksi pangan yang relatif lebih lambat dari
pertumbuhan permintaannya. Permasalahan ini akan berpengaruh pada ketersediaan
bahan pangan.
Ketersediaan bahan pangan bagi penduduk akan semakin terbatas akibat
kesenjangan yang terjadi antara produksi dan permintaan. Selama ini,
permasalahan ini dapat diatasi dengan impor bahan pangan tersebut. Namun,
sampai kapan bangsa ini akan mengimpor bahan pangan dari luar? Karena hal ini
tidak akan membuat bangsa ini berkembang. Sebaliknya akan mengancam stabilitas
ketahanan pangan di Indonesia dan juga mengancam produk dalam negeri. Aspek
selanjutnya ialah aspek distribusi. Permasalahan di dalam permbangunan
ketahanan pangan adalah distribusi pangan dari daerah sentra produksi ke konsumen
di suatu wilayah. Distribusi adalah suatu proses pengangkutan bahan pangan dari
suatu tempat ke tempat lain, biasanya dari produsen ke konsumen. Berikut ini
merupakan ilustrasi yang menggambarkan permasalahan distribusi pangan di
Indonesia. Thailand merupakan negara pengekspor beras terbesar di dunia,
sementara Indonesia merupakan negara pengimport beras. Berdasarkan data, harga
produksi rata-rata gabah atau beras antara Indonesia dan Thailand tidak terlalu
berbeda jauh sekitar 100 USD per ton. Namun harga beras di pasaran antara
Thailand dan Indonesia cukup berbeda jauh. Harga beras di Indonesia sampai awal
tahun 2004 berkisar antara Rp. 2.750, 00 – Rp. 3.000, 00. Harga beras di
Thailand lebih lebih murah dibandingkan itu. Hal ini dapat menunjukkan bahwa
permasalahan yang terjadi tidak hanya pada skala produksi, namun juga terdapat
pada rantai distribusi beras tersebut dapat sampai pada konsumen. Berikut ini
ada empat akar permasalahan pada distribusi pangan, yang dihadapi. Pertama,
dukungan infrastruktur, yaitu kurangnya dukungan akses terhadap pembangunan
sarana jalan, jembatan, dan lainnya. Kedua, sarana transportasi, yakni
kurangnya perhatian pemerintah dan masyarakat di dalam pemeliharaan sarana
transportasi kita. Ketiga, sistem transportasi, yakni sistem transportasi
negara kita yang masih kurang efektif dan efisien. Selain itu juga kurangnya
koordinasi antara setiap moda transportasi mengakibatkan bahan pangan yang
diangkut sering terlambat sampai ke tempat tujuan. (4) masalah keamanan dan pungutan
liar, yakni pungutan liar yang dilakukan oleh preman sepanjang jalur
transportasi di Indonesia masih sering terjadi. Aspek lain yang tak kalah
penting ialah aspek konsumsi. Permasalahan dari aspek konsumsi diawali dengan
suatu keadaan dimana masyarakat Indonesia memiliki tingkat konsumsi yang cukup
tinggi terhadap bahan pangan beras. Berdasarkan data tingkat konsumsi
masyarakat Indonesia terhadap beras sekitar 134 kg per kapita. Walaupun kita
menyadari bahwa beras merupakan bahan pangan pokok utama masyarakat Indonesia.
Keadaan ini dapat mengancam ketahanan pangan negara kita. Jika kita melihat
bahwa produksi beras Indonesia dari tahun ke tahun yang menurun tidak diimbangi
dengan tingkat konsumsi masyarakat terhadap beras yang terus meningkat.
Walaupun selama ini keadaan ini bisa teratasi dengan mengimport beras. Namun
sampai kapan negara ini akan terus mengimport beras? Pertanyaan ini perlu kita
perhatikan. Pola konsumsi masyarakat terhadap suatu bahan pangan sangat
dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya : tingkat pengetahuan masyarakat
tersebut terhadap bahan pangan atau makanan yang dikonsumsi dan pendapatan
masyarakat. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bahan pangan juga sangat
mempengaruhi pola konsumsi masyarakat tersebut. Apabila suatu masyarakat
memiliki pengetahuan yang cukup mengenai bahan pangan yang sehat, bergizi, dan
aman untuk dikonsumsi. Maka masyarakat tersebut tentunya akan lebih seksama
dalam menentukan pola konsumsi makanan mereka. Selain itu, pendapatan
masyarakat sangat berpengaruh di dalam menentukan pola konsumsi masyarakat.
Berdasarkan data dari BPS mengenai hubungan antara skor pola pangan harapan
(PPH) suatu masyarakat dengan tingkat pengeluaran per kapita per bulan.
Terdapat hubungan positif dianta keduanya, yakni semakin tinggi tingkat
pengeluaran per kapita per bulan suatu masyarakat maka akan semakin tinggi pula
pola pangan harapan masyarakat tersebut. Aspek terkhir ialah aspek kemiskinan.
Ketahanan pangan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh aspek kemiskinan.
Kemiskinan menjadi penyebab utamanya permasalahan ketahanan pangan di
Indonesia. Hal ini dikaitkan dengan tingkat pendapatan masyarakat yang dibawah
rata-rata sehingga tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri.
Tidak tercukupi pemenuhan kebutuhan masyarakat dikarenan daya beli masyarakat
yang rendah juga akan mempengaruhi tidak terpenuhinya status gizi masyarakat.
Tidak terpenuhinya status gizi masyarakat akan berdampak pada tingkat
produktivitas masyarakat Indonesia yang rendah. Status gizi yang rendah juga
berpengaruh pada tingkat kecerdasan generasi muda suatu bangsa.
Bab III Penutup
Ketahan pangan
di Indonesia sangat memprihatinkan karna masih ada saja yang busung lapar atau gizi
buruk. Oleh karena itu dapatlah kita lihat dari tahun ke tahun kemiskinan yang
dikaitkan dengan tingkat perekonomian, daya beli, dan pendapatan masyarakat
yang rendah sangat berpengaruh terhadap stabilitas ketahanan pangan di
Indonesia. Dari berbagai aspek permasalahan di atas, sebenarnya ada beberapa
solusi yang dapat dilakukan oleh bangsa kita agar memiliki ketahanan pangan
yang baik. Solusi tersebut ialah diversifikasi pangan dan mendukung secara
nyata kegiatan peningkatan pendapatan in situ (income generating activity in
situ).
Daftar Pustaka
Langganan:
Postingan (Atom)









